Selamat Datang di Pak Jing Arwana - Terima Kasih atas Kunjungan Anda-Konsultasi mengenai Arwana Gratis!!!

Penyebab Kematian Arowana

Tiga sebab kematian aro
Meloncat, Ganti Air atau Salah Obat
Koleksi arowana adalah investasi yang harus dijaga. Kalau sampai mati bisa juga berarti duit melayang. Tak mau kan? Makanya cegahlah jangan sampai sang maut menjemput.
Pasti tak ada yang kepengin satwa kelangenannya mati. Soalnya pet sudah tak lagi dipandang sebagai binatang peliharaan semata. Banyak yang sudah menganggapnya sebagai teman, adik bahkan menjadikannya ‘istri kedua’. Makanya kematian satwa kesayangan bisa membuat sang empunya serasa kehilangan anggota keluarga.
Begitu juga kalau kehilangan arowana. Keelokan aro pun tak bakal bisa lagi dinikmati. Padahal liukan si ikan naga ini bisa jadi penghilang stres dan memberi ketenangan. Selain itu kematian arowana bisa juga berarti hilangnya ‘tabungan’. Kok bisa? Maklum saja harga aro sangat tinggi, apalagi yang jenisnya super red.
Sering meloncat
Ada tiga penyebab kematian arowana paling wahid. Salah satunya pasti penyakit ‘kan? Bukan, penyakit ternyata tidak menempati peringkat atas penyebab kematian si ikan pembawa rejeki ini. “Sangat jarang kasus kematian arwana karena penyakit,” ujar Niwan Ismuntoro, trader aro di Jakarta utara.
Trus apa dong? “Limapuluh persen kematian terjadi karena loncat dari akuarium,” ujar Suryadi dari Serpong Mas Arwana. Niwan juga mewanti-wanti agar hati-hati dengan ‘hobi’ sang aro itu. “Jangan pernah anggap remeh kebiasaan loncatnya,” ujar pemilik n1wan red ini. Kebiasaan meloncat ini memang sudah bawaan dari alam. Arowana memang termasuk ikan yang agresif, begitu melihat makanan langsung main sambar. Kaget juga bisa jadi penyebab arowana loncat dari akuarium.
Bahaya kalau sampai loncat keluar dan tidak ketahuan. “Arwana tak ‘kan bisa bertahan tanpa air,” lanjut Suryadi. Bagaimana mencegahnya? Karena menyangkut karakter sangat sulit sekali untuk memaksanya meninggalkan kebiasaan ini. Namun setting akuarium yang bagus bakal mencegahnya keluar akuarium. “Penutup akuarium akan menahannya keluar akuarium,” terang Niwan.
Penutup memang tidak bisa membuat arowana berhenti meloncat, tapi akan mencegahnya keluar akuarium. “Arwana akan terbentur penutup kalau loncat,” ujar Suryadi. Aro pun selamat dari kematian karena tetap dalam akuarium. Paling si aro luka dan nanti bisa sembuh lagi. “Kalau sudah beberapa kali terbentur pasti kapok,” kata Niwan.
Air endapan
“Ganti air memegang peran vital,” ungkap Niwan. Soalnya kesalahan pergantian air juga termasuk yang  paling banyak membunuh aro. Kematian umumnya terjadi karena pergantian air langsung dari kran. Menghindarinya bagaimana? Endapkan dulu airnya, baik air PAM maupun air tanah. “Air tanah biasanya miskin oksigen dan mengandung zat seperti Fe yang bisa juga jadi bahaya,” terang Suryadi.
Banyak yang menyepelekan pergantian air dan menganggap tidak masalah memakai air langsung dari kran. “Kalau arwananya enggak mati itu cuma hoki saja, mungkin pas lagi kaporitnya rendah,” tegas Niwan. Apalagi di daerah yang sumber airnya keruh dan sering banjir, pasti kadar kaporitnya tinggi sekali.
Niwan pun bercerita pengalaman temannya yang suka ganti air langsung tanpa diendapkan. “Caranya sih bagus, selangnya dipencet supaya airnya nyebar,” katanya. Klorin pun jadi berkurang karena menguap. Suatu ketika ada telepon penting waktu mengganti air. Air selang begitu saja dimasukkan, air dari kran langsung ngocor ke akuarium. “Habis nelpon, arwananya sudah ngambang,” ujarnya.
Berapa lama diendapkan? “Satu sampai dua hari sambil diaerasi sudah cukup,” ujar Suryadi. Sebenarnya enggak repot kok mengendapkan air. Tampung saja air dalam wadah dilengkapi aerator. 
Sembarang obat
Penyebab kematian si ikan naga yang lain adalah penggunaan obat-obatan secara serampangan. “Misalnya penggunaan anti lumut ke dalam akuarium,” ujar Suryadi. Padahal dengan mengganti air dan membersihkan secara rutin, lumut bisa ditangkal. Begitu juga dengan pemakaian obat penurun atau penaik keasaman. “Air di sini umumnya pH dan parameter air lainnya sudah sesuai dengan kebutuhan arwana. Arwana ‘kan ikan asli dari Indonesia” ujar Niwan.
Pemilik arowana biasanya bakal panik kalau aronya bertingkah lain dari kebiasaan. Soalnya takut ikan kesayangannya itu sakit lalu mati, maklumlah harganya ‘kan mahal. “Karena panik kadang orang langsung kasih obat tanpa pikir-pikir dulu,” ujar Niwan. bukannya menolong, pemberian obat yang asal-asalan justru bisa berakibat fatal.
Penggunaan obat bukannya dilarang. “Asal penggunaannya enggak sembarangan, tak masalah,” ujar suryadi. Gunakanlah obat-obatan seperlunya. Kalau memang berpenyakit dan tidak bisa sembuh dengan cara natural, pemakaian obat-obatan bisa diterapkan. “Tapi harus dipastikan dulu penyakitnya apa,” ujar Niwan. Kalau sudah pasti penyakitnya apa, baru berikan obat yang sesuai. Gunakan dosis obat sesuai aturan. Jangankan arowana, orang kalau pakai obat sembarangan juga bakal ko’it.
Nah, hati-hatilah!
TANGANI AROWANA SAKIT
Tingkah aneh bisa dijadikan indikator gangguan kesehatan aro. Ikan yang sakit biasanya bakal menunjukkan tingkah laku diluar kebiasaannya. “Misalnya diam terus di pojok atau mungkin mengapung dipermukaan,” terang Niwan. Warna aro yang terlihat kusam juga bisa jadi pertanda. “Nafsu makan ikan sakit pasti turun,” tutur Suryadi.
Nah kalau tanda-tanda itu terlihat, segeralah mengganti air akuarium. “Siapa tahu bukan sakit, cuma kualitas airnya saja yang buruk,” kata Suryadi. Kalau aro masih belum balik seperti semula, larutkan garam ikan ke air akuarium. Amatilah tingkahnya dalam 3-4 hari.
Kalau garam ikan tidak manjur, cobalah naikan suhu air sampai 30-320C dengan heater. Bakteri dan jamur umumnya tidak tahan suhu tinggi. “Cara ini sangat ampuh untuk penyakit ikan yang biasa menyerang,” tandas Niwan.
Kalau dalam 7 hari perlakuan ‘pemanasan air’ aro tidak juga membaik, baru pemakaian obat kimia dilakukan. Tapi sebelumnya pastikan dulu penyakit yang menyerangnya. Tanyakan ke orang yang lebih berpengalaman untuk memastikan. Baru kemudian berikan obat yang sesuai penyakitnya itu.
INFO 
Ganti air
Pergantian air memegang peran besar dalam menjaga kesehatan aro. Air yang jarang diganti pasti akan turun kualitasnya. Nah kualitas air yang buruk bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Pergantian air yang baik adalah rutin tapi sedikit-sedikit. Gantilah air seminggu sekali sebanyak 20-30% volume akuarium. Endapkan dulu air sambil diaerasi selama 1-2 hari. “Kalau terpaksa airnya sangat jelek bisa pakai air isi ulang,” ujar Niwan.